Hujan terutama siang hingga sore hari yang melanda wilayah Jogja saat musim kemarau ini disebabkan adanya peningkatan jumlah kelembaban udara di level atas atmosfer. Kondisi ini tidak sama saat tahun 2016, di mana musim kemarau tergangu La Nina.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan meski masuk musim kemarau hujan masih terjadi di beberapa wilayah di DIY terutama di bagian utara dan tengah.
“Skala hujan yang turun bersifat lokal dengan kategori ringan-sedang, banyak terjadi antara siang hingga sore hari,” jelasnya, Senin (21/5/2018).
Djoko menjelaskan, ada perbedaan hujan di musim kemarau saat ini dengan kondisi yang terjadi pada 2016 lalu. Pada 2016 terjadi La Nina sehingga sepanjang musim kemarau terjadi hujan (kemarau basah). “Kalau musim ini tidak ada La Nina sehingga tidak bisa fenomena ini tidak sama dengan 2016,” katanya.’
Selengkapnya baca > HarianJogja | foto ilustrasi
