Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, tidak tanggung-tanggung dalam mempromosikan produksi batu akik di Sawahan, dengan mengajak kepala SKPD untuk mengenakan batu akik khas Sawahan. Harapan bupati agar aparatnya mengenakan batu akik bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri batu akik yang mengalami kebangkitan.
“Kami berharap para kepala SKPD bisa membantu pemasaran batu akik Sawahan, paling tidak memakainya sendiri,” ujarnya, Rabu (18/3/2015) .
Sekretaris Daerah Gunungkidul Ir Budi Martono MSI juga menengaskan bahwa bupati tidak mewajibkan tetapi hanya menghimbau kepada pejabat dan PNS yang memiliki hobby dan kecintaan terhadap batu akik, dihimbau untuk memakai produk Sawahan Ponjong. Karena kualitas batu akik Sawahan tidak kalah dengan produk lain daerah.
“Pada prinsipnya tidak akan ditindaklanjuti dengan surat edaran bupati , tetapi hanya himbauan kepada yang memiliki hobby dan tidak mewajibkan,” tegasnya.
Pj Kepala Desa Sawahan Ponjong Bowo Sutrisno yang dihubungi KRjogja.com menyebutkan dengan adanya tren batu akik akhir-akhir ini, para perajin mulai menggeliat kembali setelah beberapa tahun sempat istirahat. Saat ini sedikitnya ada 60 perajin yang tergabung dalam 3 kelompok. Setiap kelompok setiap hari mampu memproduksi sedikitnya 50 buah batu akik, yang bahan bakunya berasal dari Desa Sawahan. Adapun jenis batu akik khas Sawahan yang banyak diminati adalah jenis Panca Warna dan Red Sawahan.
Menurut Bowo pemasaran batu akik di Sawahan tidak dipasarkan sendiri ke luar daerah, tetapi ada investor yang datang mengambil hasil produksi perajin rata-rata 60 biji. Dengan adanya showroom bantuan dari Gubernur DIY ini akan memudahkan para perajin untuk mempromosikan dan memasarkan produk. “Mudah-mudahan pecinta batu akik semakin bertambah sehingga produksi juga semakin bertambah,” katanya.
via krjogja
