Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Jogja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Reni Kraningtyas menyatakan informasi yang tersebar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp pada 23 Oktober 2019 mengenai cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia adalah hoaks.
“Informasi tersebut adalah hoaks karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Reni, Rabu (23/10/2019).
BMKG mengimbau kepada masyarakat DIY untuk memastikan kebenaran berita tersebut dengan mengklarifikasi kepada instansi terkait yaitu BMKG di Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta.
“Lalu, tidak menyebarkan berita yang diterima sebelum memastikan berita tersebut adalah benar atau valid,” kata dia
Selengkapnya baca HarianJogja | foto ilustrasi
Ada yang dapat broadcast seperti ini di WhatsApp ? Mimin mau bilang kalau informasi yang beredar adalah informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau masuk kategori hoax #tangkishoax #bijakbersosmed pic.twitter.com/eNkj6deP1E
— BMKG Staklim Jogja (@StaklimJogja) October 24, 2019
