Berita Jogja – Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengkhawatirkan dua bencana yang paling berpotensi terjadi di wilayah DIY. Masyarakat dihimbau untuk lebih siaga dalam menghadapi dampak bencana hidrometeorologi ini.
Sultan mengatakan saat ini kabupaten dan kota sudah terkoordinasikan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Bencana banjir
potensinya masih kecil karena sungai di wilayah DIY tergolong dalam. Puting beliung menjadi yang harus diwaspadai. Keberadaan pohon rindang
sebaiknya perlu segera dipangkas.
Baca Juga
Profesor ITS Ubah Plastik Jadi BBM RON 98
Tanda-tanda Akan Terjadi Hujan Es
Hotel Murah di Jogja Tarif Mulai Rp 70 Ribuan
“Kami sudah mengkonsolidasikan, dalam hal ini BPBD Kabupaten sampai ke bawah sudah terkonsolidasi, hanya bagaimana masyarakat bisa mewaspadai bisanya kalau perubahan cuaca, kalau banjir kecil [kemungkinan] karena sungainya dalam, hanya anginnya kena puting beliung. Kota kan sudah tahu titik-titik di mana yang sudah ada. Mewaspadai puting beliung, pohon tinggi ya dipotong,” ucapnya di Kepatihan, Rabu (8/1/2020).
Ia menambahkan selain puting beliung, tanah longsor juga perlu lebih diwaspadai. Namun Sultan meyakini BPBD baik DIY maupun kabupaten dan kota sudah mengetahui titik rawan longsor sehingga bisa dilakukan antisipasi lebih dini. Potensi angin puting beliung dan longsor diakui Sultan menjadi paling rawan untuk wilayah DIY.
Selengkapnya baca HarianJogja | foto ilustrasi
Serba-serbi
Mitos Paling Terkenal di Jogja
Misteri Suara Drumband Malam Hari Jogja
Tempat Misterius di Jogja dan Mitosnya