Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo, mengatakan pada prinsipnya tidak ada hal lainnya yang menjadi ganjalan pembangunan tol di wilayah DIY. Pemerintah Pusat, katanya, sudah menerima usulan dan keberatan terkait pembangunan jalan tol. “Rekomendasi dari DIY sudah diterima. Salah satunya soal tol yang tidak langsung ke bandara (YIA), itu sudah disepakati,” katanya kepada wartawan.
Rekomendasi lainnya, terkait tol Jogja-Solo tidak melewati situs-situs bersejarah, jarak minimal dari situs 500 meter juga disetujui. Selain itu, dampak pembangunan tol ke masyarakat seminimal mungkin dan biaya pembebasan tanahnya, serta tol tidak berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. “Setelah ada kesepakatan titik yang dilalui, hasilnya akan diajukan ke Sultan,” katanya, Jumat (28/6/2019).
Kasubag TU Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja Indung Panca Putra mengatakan BPCB sudah memberikan data terkait zonasi-zonasi keberadaan situs-situs bersejarah di sekitar Sleman. Baik di wilayah Prambanan maupun Kalasan. Dari tiga trase yang direncanakan untuk membangun tol Jogja-Solo, trase Manisrenggo hingga Lotte Mart paling ideal karena tidak ada situs baru yang dilaporkan.
Selengkapnya baca HarianJogja | foto ilustrasi pu.go.id
