Wilayah DI Yogyakarta diperkirakan berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Prakiraan tersebut berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, mengidentifikasi adanya Badai Tropis ‘Anggrek’ di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu serta tekanan rendah di Australia menunjukkan pola angin Baratan (Monsoon Asia) mendominasi wilayah Jawa pada umumnya dan DIY pada khususnya. Angin bertiup dari arah Barat Daya menuju Barat Laut dengan kecepatan berkisar 20 – 40 km/jam.
Baca Juga
Profesor ITS Ubah Plastik Jadi BBM RON 98
Tanda-tanda Akan Terjadi Hujan Es
Hotel Murah di Jogja Tarif Mulai Rp 70 Ribuan
Warjono menuturkan, analisa terkini aktifitas MJO berada dikuadran 4 didukung adanya pertemuan arus angin di wilayah Jawa. Di sisi lain hasil analisis terkini dari profil vertikal kelembapan udara di wilayah DIY berada pada ketinggian 1.5 – 5.5 km (level 850 – 500 mb) berkisar antara 70 – 95 persen (basah).
“Hal ini menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan dapat terjadi di wilayah DIY bagian Utara hingga Tengah pada siang-malam hari,” tuturnya.
Mempertimbangkan hal tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode tanggal 17 Januari sampai 19 Januari 2024 berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Selengkapnya di TribunJogja
Serba-serbi
Mitos Paling Terkenal di Jogja
Misteri Suara Drumband Malam Hari Jogja
Tempat Misterius di Jogja dan Mitosnya