UAJY
Berita Jogja

Bus Wisata Siap-siap Tidak Boleh Masuk Kota Jogja

Kebijakan larangan bus dan kendaraan berukuran besar masuk kawasan perkotaan mulai diwacanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Hal ini seiring peningkatan aktivitas lalu lintas yang terjadi setiap tahun namun kapasitas jalan cukup terbatas.

Realisasi kendaraan besar masuk wilayah Kota Yogyakarta ini pun akan dibahas dalam rancangan pembangunan jangka panjang daerah. “Ngarsa Dalem sekaligus Gubernur DIY menghendaki kendaraan berat tidak masuk kota. Kami akan menerjemahkan itu,” ungkap Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Ir Aman Yuriadijaya, Minggu (8/3/2015).

Marko Milk Coffee Jogja

Jenak Homestay Jogja

Menurut Aman, pemberlakuannya akan dilakukan secara bertahap. Tidak menutup kemungkinan akan diuji coba di beberapa lokasi terlebih dahulu. Tapi pada tahun 2016 mendatang, ia memastikan sudah ada perencanaan yang lebih matang.

Landasan kebijakan tersebut mengacu pada konsep pariwisata berbasis budaya yang menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Yogyakarta. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat kunjungan tiap tahun. Namun karena luas jalan sudah stagnan sehingga persoalan terbesar ialah kapasitas jalan yang tidak mampu menampung kendaraan yang masuk Kota Yogyakarta. “Problem lalu lintas tidak bisa diurai melalui sarana dan prasarana lalu lintas. Tapi harus diimbangi dengan manajemen. Pembatasan kendaraan besar itu bagian dari manajemen,” paparnya.

Selain itu, melalui manajemen lalu lintas tersebut kelak akan ditentukan jalur yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan dilalui kendaraan besar. Setelahnya baru digelar uji coba. “Sampai kapan proses uji coba, otoritas ada pada kami selaku pemerintah. Jika ada catatan dari pihak lain, itu bukan keputusan tapi masukan,” tandasnya.

Sementara menurut Ketua Pansus Raperda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kota Yogyakarta Rifki Listianto, kebijakan pembatasan bus wisata masuk ke Kota Yogyakarta rentan menimbulkan polemik bagi para pelaku wisata. Oleh karena itu, rencana kebijakan tersebut akan ia kupas dalam pembahasan Raperda RIPPDA yang berkaitan dengan arah dunia pariwisata Yogya.

via krjogja | foto Firman Koga

Patra Residence

CLOSE
CLOSE