UAJY
Berita Jogja

Fenomena Mirip Aurora di Gunung Menoreh, Ini Penjelasan Peneliti

  •  
  •  
  •  
  •  

Langit Gunung Menoreh berbeda dari biasanya pada Kamis malam, 30 September 2021. Langitnya yang biasa gelap tiba-tiba memancarkan sinar kehijauan seperti aurora di kutub bumi. Fenomena itu sempat viral di media sosial.

Menurut peneliti klimatologi dari Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin, langit berwarna kehijauan ini  merupakan fenomena yang disebut dengan langit glowing. “Terjadi karena keberadaan gelombang gravitasi atmosfer,” katanya lewat keterangan tertulis, Senin, 4 Oktober 2021.

Marko Milk Coffee Jogja

Jenak Homestay Jogja

Fenomena yang juga disebut sebagai Atmospheric Gravity Wave itu, menurut Erma, terkait dengan aktivitas badai skala meso atau meluas. Dari hasil pengamatan data Satellite-Based Disaster Early Warning System (SADEWA)-BRIN, badai skala meso yang kuat dan meluas terbentuk di atas lautan Selat Karimata sebelah barat Kalimantan. “Berjarak sekitar 200 kilometer dari lokasi (Gunung Menoreh),” ujarnya.

Aktivitas badai itu sepanjang hari bergerak seperti pendulum. Pada awalnya, kata Erma, badai itu terbentuk di Sumatera pagi hari lalu menuju timur ke arah Kalimantan melintasi laut Cina Selatan hingga sore hari.

Pada malam harinya, badai ini bergerak kembali dari Kalimantan menuju ke lautan dan menetap hingga tengah malam. Aktivitas badai skala meso itu, kata Erma, kemungkinan yang menjadi pengganggu bagi lapisan-lapisan di atmosfer sehingga terbentuk gelombang gravitasi atmosfer yang sangat kuat dan penampakannya dapat dilihat di suatu lokasi di Jawa Tengah-Yogyakarta.

Selengkapnya baca Tempo | foto 

 

Portal Jogja

CLOSE
CLOSE