UAJY
Event Jogja

Jogja Cross Culture 2022 Sulih Pulih Luwih, Digelar Di Malioboro Pekan ini

Pandemi COVID-19 yang merebak dua tahun belakangan ini melumpuhkan nyaris semua sisi kehidupan kita. Hampir semua kegiatan dibatasi, termasuk acara-acara kebudayaan yang banyak diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Jogja Cross Culture (JCC), peristiwa lintas budaya yang pertama kali diadakan di tahun 2019, terpaksa harus diselenggarakan di dalam ruangan dengan protokol kesehatan ketat selama dua tahun terakhir.

Kesempatan baru muncul di tahun 2022 ini, ketika protokol kesehatan sedikit dilonggarkan. Kita perlahan-lahan bangkit lagi dari kondisi yang penuh keterbatasan dengan kondisi yang lebih leluasa, dengan adaptasi kebiasaan baru. Mulai terbukanya ruang-ruang publik di Kota Yogyakarta menginspirasi kami untuk kembali mengeksplor sisi artistiknya, khususnya di area Jalan Malioboro yang lekat dengan wajah budaya Kota Yogyakarta. Maka di JCC tahun ini, kami mengangkat konsep budaya urban dengan segala dinamika khas Malioboro yang sangat inspiratif. Banyak seniman besar lahir dan tumbuh dari Malioboro, banyak karya hebat yang menempatkan Malioboro sebagai sumber inspirasinya. Oleh karenanya JCC juga akan mengangkat karya-karya hebat tentang Malioboro dari para musisi menjadi bentuk sajian utamanya.

Marko Milk Coffee Jogja

Jenak Homestay Jogja

JCC 2022 mengangkat tema Sulih, Pulih, Luwih. Sulih adalah ketika kita berpindah dan beradaptasi dalam keadaan baru yang lebih baik. Kita berusaha untuk pulih dan sembuh dari situasi yang lama. Sembari kita pulih, kita juga berusaha supaya kita terus berkembang menjadi lebih baik lagi, atau dalam Bahasa Jawa kita sebut Luwih.

Menyesuaikan dengan kondisi saat ini, Jogja Cross Culture 2022 akan diselenggarakan secara hybrid: luring dan daring. Kegiatan daring akan diadakan pada tanggal 14 Mei 2022, berupa streaming video pertunjukan dari para seniman dalam dan luar Kota Yogyakarta. Kegiatan luring akan diadakan pada tanggal 15 Mei 2022 pukul 19.30. Semua kegiatan dilakukan di Jalan Malioboro, tepatnya di depan Teras Malioboro 2.

JCC 2022 kembali menghadirkan pentas kolaborasi 14 koreografer muda dengan para seniman dari seluruh 14 kemantren yang ada di Kota Yogyakarta. Kolaborasi ini juga melibatkan Bagus Masazupa dan Danang Rajiev Setyadi untuk mengaransemen musik. Proses kreatifnya telah berjalan sejak akhir bulan Maret 2022. Pentas kolaborasi ini diadakan secara luring dan masyarakat dipersilakan untuk menyaksikan langsung di Jalan Malioboro pada tanggal 15 Mei 2022. Kegiatan secara daring dapat disaksikan lewat kanal YouTube Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Pemkot Jogja dan Jogja Cross Culture pada tanggal 14 Mei 2022.

 

Selain itu, akan ada sejumlah program yang diadakan JCC tahun ini. Pertama adalah Workshop Physical Theater oleh Tony Yap, seorang seniman kontemporer asal Melbourne, Australia; yang diadakan pada tanggal 10 Mei 2022. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta juga akan mengadakan artist talk pada tanggal tersebut, yang berisi bincang-bincang dengan para seniman yang akan tampil di JCC 2022.

Sejumlah seniman yang akan tampil di JCC 2022 adalah: Tony Yap, Agung Gunawan, Sagitama, Erson Padapiran, Sabina Tisa, Cristina Duque, I Ketut Rina, Deden Bulenk dengan Bongkeng Arts Space, dan Boedhi Pramono. Beberapa seniman di atas akan melibatkan komunitas pedagang yang ada di Jalan Malioboro. Jogja Cross Culture juga menggandeng sejumlah kelompok dan kolektif seni seperti Icipili Mitirimin dan Nurani Sya’ban, Sanggar Seni Kinanti Sekar, Drummer Guyub YK (DGYK), dan Sarkem Percussion.

Rangkaian program JCC 2022 dapat terselenggara berkat fasilitasi dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di bawah arahan Yetti Martanti, S. Sos., M.M. selaku kepala dinas, dan didukung dengan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses persiapan program ini diarahkan oleh R.M. Altiyanto Henryawan selaku program director dan Anter Asmaratedja selaku kurator. JCC 2022 juga melibatkan siswa-siswa dari SMKN 1 Kasihan Bantul, Magister Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Yogyakarta, dan sejumlah pelaku dari komunitas seni budaya yang ada di Yogyakarta. Maka dapat dikatakan Jogja Cross Culture sebagai wujud sinergi kreatif antara pemerintah dengan komunitas seni budaya, masyarakat Kota Yogyakarta, serta para pelajar dan akademisi.

Patra Residence

CLOSE
CLOSE