UAJY
covid
Serba-serbi Jogja

Desa Ngino, Warganya Pantang Membuat Sumur

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kampung unik ini bernama Dusun Ngino yang masuk wilayah di Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan. Terletak di barat daya Kabupaten Sleman, Dusun Ngino memiliki larangan tak tertulis yang diyakini warganya yakni pantang menanam tanaman sirih serta tak untuk membuat sumur.

Ngino sendiri diambil dari kata dasar ‘Nginang’ yang dalam bahasa Jawa berarti kebiasaan mengunyah daun sirih. Kebiasaan inilah yang dahulu sering dilakukan Mbah Bregas, sosok disegani warga saat itu.

Marko

Jenak Homestay

Asal muasal pantangan membuat sumur dan menanam sirih berawal dari cerita pertemuannya antara Mbah Bregas dengan Sunan Kalijaga di kampung tersebut. Saat itu kedua tokoh ini asik berbincang soal agama dengan hingga larut malam bahkan sampai dini hari.

Ketika tengah seru-serunya berbagi ilmu, tiba-tiba ada seorang warga yang tengah mengambil air dari sumur untuk menyiram tanaman di ladang. Sunan Kalijaga mengira suara itu merupakan aktivitas warga yang tengah mengambil air wudhu untuk menjalankan Shalat Subuh. Penyebar agama Islam di tanah Jawa ini segera mengakhiri perbincangannya dengan Mbah Bergas dan bergegas mengambil air wudhu.

Dengan rasa malu Mbah Bregas mengatakan kepada Sunan Kalijaga jika saat itu belum saatnya masuk waktu Shalat Subuh dan suara tadi merupakan kegiatan warga yang tengah menimba air untuk menyiram tanaman. Mbah Bregas yang merasa bersalah memperingatkan warga tersebut dan kemudian melarang masyarakat sekitar untuk memiliki sumur di rumah mereka.

Sementara kepercayaan tak mau menanam tanaman sirih lantaran warga menghormati kebiasaan Mbah Bregas yang gemar ‘nginang’. Masyarakat sekitar tak berani melanggar pantangan itu hingga saat ini.

Selengkapnya baca KRJogja | foto ilustrasi

available  

CLOSE
CLOSE